Bulan April lalu sepertinya menjadi bulan yang penuh dengan kasus hacking hal ini terjadi di berbagai Negara dengan insiden terbesar yaitu kebocoran data. Kita akan membahas ini secara singkat.

  1. Panama Papers. Data sebesar 2.5 TB berhasil didapatkan oleh hacker melalui Firma hukum Panamayaitu Mossack Fonseca. Data-data ini sebagian besar terungkap dimana banyak berisi rekening pemimpin politk dunia, banyak Artis,pejabat dan orang-orang penting lainnya di seluruh dunia yang terdapat pada data ini tidak terkecuali di Indonesia,terdapat beberapa nama yang didapatkan dari data tersebut.
  2. Informasi pribadi rakyat Turki yang kurang lebih 50 juta data telah bocor di Internet. Data yang bocor tersebut berupa database postgresql dimana database tersebut berisi ID Negara (Di Indonesia No. KTP), nama lengkap, nama ibu dan ayah, jenis kelamin. Intinya hampir sama dengan data di KTP Indonesia.Sebelumnya seseorang memposgting link download database tersebut namun saat ini website penyedia database tersebut telah down (http://185.100.87.84/).Data yang tersedia adalah rakyat dengan kelahiran sebelum April tahun 1991 (data terakhir 29 Maret 1991) hingga data rakyat tahun 2009.
  3. Hacker Armenia yang berasal dari grup hacker Monte Melkonian Cyber Army mempublikasikan data pribadi 25 ribu tentara Azerbaijan dan melakukan aksi deface pada situs resmi pemerintah Azerbaijan.Grup hacker ini juga berhasil mendapatkan 500 lebih akun dari website pemerintahan turki terlihat dari Twitter resmi mereka yang memposting telah mendapatkan data-data tersebut
  4. Hacker yang menjual database sebuah situs porno, sekitar 237.000 akun berhasil dijual dengan harga $400 disebuah situs, username yang menjual data-data tersebut adalah TheNeoBoss. Setelah ditelusuri, sang hacker mendapatkan data-data ini melalui celah SQL Injection  pada situs porno tersebut.
  5. Flash Player Patch Zero Day, sepertinya dari tahun lalu Flash Player menjadi tren dikarenakan banyaknya celah yang terjadi. Pada bulan April lalu, Adobe menginformasikan kepada para pengguna flash player bahwa terdapat zero-day vulnerability (CVE-2016-1019). Versi yang terinfeksi celah ini adalah mulai dari 20.0.0.306 dan sebelumnya. Untuk melakukan patching adobe menayarankan untuk update flash player anda.
  6. Microsoft Patch Zero Day, pada bulan april Microsoft menginformasikan telah melakukan perbaikan pada 29 celah keamanan. Lebih lengkapnya dapat anda lihat di https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms16-apr.aspx
  7. Imperva, sebuah perusahaan Cyber Security melaporkan bahwa telah terjadi serangan DdoS besar-besaran yang dilakukan oleh Nitol Botnet, sebuah varian malware. Mengabiskan bandwitdh sebesar 8.7  Gb per detik yang dikirimkan dari lebih 2700 IP Address.
    imperva

    Sumber : Incapsula

  8. Database berisi sekitar 93 juta informasi rakyat Meksiko dapat diakes secara publik. Informasi dipublikasikann oleh Chris Vickery dari perusahaan Mac Keeper, Dia mengatakan bahwa hal ini merupakan kesalahan dari developer MongoDB dimana kebocoran data terjadi ketika memindahkan data-data tersebut ke server cloud namun tidak memberikan autentikasi pada saat mengakses database.
  9. Kasus hacking yang terjadi pada Bank Nasional Qatar. Aksi dilakukan oleh Grup Hacker Turki yang mengatasnamakan grup mereka “Bozkurtlar for Grey Wolves”.Mereka mempublikasikan 1.4 GB data yang dicuri dari Bank tersebut.
    cybersecurity
    Sumber : Cyber Security Help
  10. Hacker yang menargetkan perusahaan tambang emas di Kanada yang bernama Goldcorp Inc. Mereka berhasil mencuri 13.7GB data dari perusahaan tersebut dan mempublikasikannya di Internet. Data-data tersebut berisi email, kontak, biodata dan lain-lain.
    cybersecurity
    Sumber : Cyber Security Help